Aturan Bisnis dalam Kebutuhan Fungsional Perangkat Lunak

Organisasi bisnis bekerja berdasar pada seperangkat aturan-aturan, hukum, kebijakan dan standar industri. Misalnya industri perbankan, penerbangan dan pabrik penghasil perangkat medis harus selaras dengan sejumlah regulasi pemerintah. Prinsip-prinsip pengendalian inilah yang sering kita kenal sebagai aturan bisnis atau business rules.
Aturan bisnis merupakan salah satu sumber utama kebutuhan fungsional perangkat lunak. Hal ini dikarenakan aturan bisnis bisa mendikte/memaksa sistem untuk memiliki kemampuan/fungsi/fitur tertentu yang juga digunakan untuk mengkonfirmasikan aturan-aturan itu sendiri.

Menurut Business Rules Group (1993), aturan bisnis adalah pernyataan yang mendefinisikan atau membatasi beberapa aspek bisnis. Adanya aturan-aturan bisnis ini dimaksudkan untuk menegaskan struktur bisnis atau untuk mengendalikan atau mempengaruhi perilaku bisnis.
Aturan bisnis biasanya dituliskan dalam dokumentasi sederhana terkait sistem yang dibangun dan menghubungkannya dengan spesifikasi kebutuhan fungsional.

Klasifikasi Aturan Bisnis

Ada lima tipe aturan bisnis yaitu Facts, Constraints, Action Enablers, Computations dan Inferences.

businessrulestaksonomy

Facts (fakta) adalah pernyataan yang benar tentang bisnis.
Contoh:

  • Setiap mahasiswa memiliki kode unik berupa NIM
  • Setiap pesananan makanan dikenakan pajak

Constraintsartinyamembatasi aksi-aksi yang boleh dilakukan oleh sistem atau user. Kata-kata kunci dalam membuat pernyataan constraint biasanya terdiri dari kata harus, harus tidak, tidak boleh dan hanya.
Contoh:

  • Hanya user yang sudah terdaftar saja yang bisa memesan paket wisata
  • Pemilik rekening yang berusia di bawah 17 tahun harus menyertakan surat penjamin dan tanda pengenal orang tuanya
  • Quantity barang yang diinputkan harus lebih dari nol.
  • Ukuran file attachment hanya boleh maksimal 5 Mb.

Action Enablers adalah aturan yang memicu terjadinya beberapa aktivitas di bawah kondisis khusus/tertentu. Pernyataan action enabler biasanya ditulis dengan situasi “JIKA <kondisi benar atau kejadian tertentu terjadi>, MAKA <sesuatu akan tejadi>”.
Contoh:

  • Jika stok barang kurang dari lima maka diberi arsir warna merah
  • Jika password yang dimasukkan kurang dari delapan karakter, maka keluar pesan “Password Anda kurang dari 8 Karakter. Silakan Coba lagi”.
  • Jika file attachment lebih dari 5 Mb, maka keluar pesan bahwa ukuran attachment melebih batas yang dijinkan.

Inferences sebenarnya mirip dengan action enablers yaitu harus terpenuhinya kondisi tertentu. Hanya saja perbedaannya jika kondisi benar atau terpenuhi, maka tidak menyebabkan sesuatu akan terjadi, melainkan menciptakan satu fakta (fact) baru atau sepotong informasi baru.

Contoh:

  • Jika dalam 30 hari pesanan tidak dibayar, maka pesanan hangus.
  • Bahan kimia yang mengandung toksin lebih kecil dari 5 mg/kg dimasukkan kategori berbahaya

Computations merupakan aturan-aturan bisnis yang menentukan komputasi apa yang harus dikerjakan oleh sistem menggunakan formula matematika atau algoritma tertentu.

Contoh:

  • Kekayaan Bersih = Total Aset – Total Hutang
  • Total Aset = Jumlah aset likuid + jumlah aset non likuid
  • Zakat Profesi = 2,5% dari total penghasilan

 Referensi

Wiegers, K. E. (2009). Software Requirements (2nd ed.). USA: Microsoft Press.

One thought on “Aturan Bisnis dalam Kebutuhan Fungsional Perangkat Lunak

Leave a Reply