6 Topik Kerja Praktek bidang Software Engineering

Bingung cari topik Kerja Praktek (KP)? Hmmm masak sih kamu aja kali yang nggak serius cari topik. Tapi kalau masih mentok juga baiklah ini beberapa topik yang bisa kamu ambil untuk KP di bidang seputar Software Engineering atau sering kita sebut RPL (Rekayasa Perangkat Lunak).

1. Feasibility Study (Studi Kelayakan)

Kita tahu bahwa di fase Planning dalam SDLC ada studi kelayakan proyek perangkat lunak. Nah, kamu bisa mengangkat topik ini untuk dijadikan topik KP. Kamu cari tuh proyek software yang akan dibuat. Kamu tawarkan tenagamu untuk membantu melakukan studi kelayakan apakah proyek tersebut layak atau nggak. Kamu bisa melakukan studi kelayakan dari sisi:

  • Kelayakan Teknis (Technical Feasibility)
  • Kelayakan Ekonomi (Economic Feasibility)
  • Kelayakan Organisasi (Organizational Feasibility)

Inti dari laporan KP kamu nanti cukup melaporkan ketiga kelayakan di atas. Tentu saja ada pembukaanlah di bab-bab awal. Semua kelayakan tersebut ada di materi kuliah RPL loh pada topik Planning.

2. Analisis dan Desain Sistem

Topik ini sebenarnya kelanjutan dari topik pertama. Jadi, jika dari hasil studi kelayakan menyatakan bahwa project software untuk dilanjutkan, maka langkah berikutnya adalah melakukan analisis dan perancangan sistem. Yang kamu lakukan di KP ini adalah merancang diagram Uses Cases, Activity Diagram, Sequence Diagram, Class Diagram, hingga basis datanya. Sehingga laporan yang kamu tulis ya cukup hasil perancangan diagram-diagram tersebut.

3. Pengembangan/Modifikasi Sistem

Nah, kalau topik ini tentu yang paling populer dan paling banyak dikerjakan selama ini toh. Kamu bisa mengembangkan/memodifikasi CMS, membuat aplikasi sederhana, web profil yang intinya tentu saja berguna dan bermanfaat bagi tempat KP kamu berada. Jadi berbahagialah kalau kamu sudah familiar dengan PHP, CSS, HTML, LAMP, Java, Macromedia, Photoshop, dsb karena akan menjadi senjata ampuh untuk memperlancar KP kamu.

4. Pengujian Software

Coba perhatikan kakak-kakak kamu yang sedang Skripsi pengembangan software. Di bab-bab akhir mereka pasti melakukan pengujian. Begitu pula dosen-dosen favorit kamu yang sedang penelitian juga akan melakukan pengujian softwre. Nah kamu bisa bantu berpartisipasi tuh dengan menawarkan tenagamu untuk membantu mereka melakukan pengujian sekaligus dijadikan KP. Apa saja yang bisa kamu lakukan? Wuih, banyaklah seperti:

  • Pengujian Sistem dengan teknik Black-Box Testing
  • Pengujian Acceptance berupa Usability Testing
  • Performance Test, Stress Testing, Security Testing

Tugasmu adalah membuat Test Case, membuat angket, mengumpulkan responden/tester, melakukan pengujian, mengumpulkan hasil pengujian dan menyerahkannya ke kakak tingkat/dosen kamu untuk selanjutnya mereka interpretasi/simpulkan hasil pengujian yang kamu lakukan.

5. Software Documentation

Tahukah kamu salah satu kelemahan pengembang software di tanah air? Ya betul adalah masalah dokumentasi. Dokumentasi dalam pengembangan software ada dua macam yaitu Dokumentasi Sistem dan Dokumentasi User. Nah kamu bisa bantu jadikan KP untuk Dokumentasi User. Dalam dokumentasi user ini kamu bisa membuat Help System, Procedural Manual hingga Tutorial baik tertulis maupun dalam bentuk video. Mudah kan…

6. UI Design

Nah, kalo kamu cukup jago desain kenapa nggak dicoba untuk KP di topik perancangan antarmuka software. Ini peluang besar loh, karena hampir sebagian besar teman-teman kamu yang programer itu biasanya nggak bisa buat desain UI. Nah, kamu bisa masuk ke situ. Tawarkan keahlianmu dengan membuatkannya. Apalagi kalau kamu sudah mengetahui prinsip-prinsip pengembangan antarmuka pengguna, purwarupa (paper dan high fidelity), mobile design pattern dsb. Wah KP mah lewat dengan mudah…

Itulah 6 topik KP yang layak kamu pertimbangkan bagi yang susah dan galau dalam mencari KP. Ingatlah prinsip KP adalah menerapkan ilmu dan pengalaman/skill yang sudah kamu kuasai dan dapatkan selama ini untuk membantu masalah nyata di lapangan. Jadi tidak harus buat sistem utuh apalagi besar. Cukup kamu bisa kontribusi solusi dari sisi apa lah itu sudah cukup….

Mendokumentasikan Aturan Bisnis

Setelah membaca dan memahami tentang Aturan Bisnis dalam Kebutuhan Fungsional Perangkat Lunak, maka selanjutnya kita perlu membuat dokumentasi aturan bisnis. Dokumentasi yang baik dan tersusun rapi adalah salah satu tujuan dari pengembangan perangkat lunak. Ketika bisnis masih kecil aturan bisnis cukup dicatat dan dikatalogisasi secara sederhana.

Akan tetapi seiring dengan perkembangan bisnis yang membuat aturan-aturan bisnis baru, maka perlu dipertimbangkan untuk menggunkan tools untuk mendata semua aturan bisnis yang ada. Sehingga ketika ditemukan aturan bisnis baru, maka tinggal ditambahkan ke dalam dokumen katalog aturan bisnis.

Tulislah aturan bisnis di dalam katalog tersendiri. Jangan mempertaruhkan bisnis Anda hanya dengan mengandalkan kode program sebagai dokumen aturan bisnis.

Continue reading

Aturan Bisnis dalam Kebutuhan Fungsional Perangkat Lunak

Organisasi bisnis bekerja berdasar pada seperangkat aturan-aturan, hukum, kebijakan dan standar industri. Misalnya industri perbankan, penerbangan dan pabrik penghasil perangkat medis harus selaras dengan sejumlah regulasi pemerintah. Prinsip-prinsip pengendalian inilah yang sering kita kenal sebagai aturan bisnis atau business rules.
Aturan bisnis merupakan salah satu sumber utama kebutuhan fungsional perangkat lunak. Hal ini dikarenakan aturan bisnis bisa mendikte/memaksa sistem untuk memiliki kemampuan/fungsi/fitur tertentu yang juga digunakan untuk mengkonfirmasikan aturan-aturan itu sendiri.

Menurut Business Rules Group (1993), aturan bisnis adalah pernyataan yang mendefinisikan atau membatasi beberapa aspek bisnis. Adanya aturan-aturan bisnis ini dimaksudkan untuk menegaskan struktur bisnis atau untuk mengendalikan atau mempengaruhi perilaku bisnis.
Aturan bisnis biasanya dituliskan dalam dokumentasi sederhana terkait sistem yang dibangun dan menghubungkannya dengan spesifikasi kebutuhan fungsional.

Klasifikasi Aturan Bisnis

Ada lima tipe aturan bisnis yaitu Facts, Constraints, Action Enablers, Computations dan Inferences.

businessrulestaksonomy

Facts (fakta) adalah pernyataan yang benar tentang bisnis.
Contoh:

  • Setiap mahasiswa memiliki kode unik berupa NIM
  • Setiap pesananan makanan dikenakan pajak

Constraintsartinyamembatasi aksi-aksi yang boleh dilakukan oleh sistem atau user. Kata-kata kunci dalam membuat pernyataan constraint biasanya terdiri dari kata harus, harus tidak, tidak boleh dan hanya.
Contoh:

  • Hanya user yang sudah terdaftar saja yang bisa memesan paket wisata
  • Pemilik rekening yang berusia di bawah 17 tahun harus menyertakan surat penjamin dan tanda pengenal orang tuanya
  • Quantity barang yang diinputkan harus lebih dari nol.
  • Ukuran file attachment hanya boleh maksimal 5 Mb.

Continue reading

Metode Keystroke Level Model (KLM)

Keystroke Level Model (KLM) digunakan untuk mengetahui estimasi berapa lama waktu yang diperlukan  oleh user dalam menjalankan sebuah task. Kieras (1993, 2001) telah menentukan berapa lama operator-operator yang digunakan dalam menjalankan sebuah task di sistem berbasis desktop sebagai berikut:

  • K – Operasi menekan dan melepaskan tombol keyboard – Yang diambil rerata waktu sebesar 0,28 detik.
  • P – Operasi pointing atau mengarahkan kursor mouse ke suatu obyek di layar – Waktu yang digunakan 1.10 detik.
  • B – Operasi menekan atau melepaskan mouse (pilih salah satu) - Waktu yang digunakan 0,10 detik.
  • BB – Operasi menekan dan melepaskan mouse (atau sering disebut klik kiri/kanan mouse) – Waktu yang digunakan 0,20 detik.
  • - Opearasi perpindahan tangan dari mouse ke keyboard atau sebaliknya – Waktu yang digunakan 0,40 detik.
  • M – Operasi persiapan secara mental atau berpikir – Waktu yang digunakan 1,20 detik.

Untuk menghitung total waktu adalah cukup dengan menjumlahkan semua operator yang digunakan dalam menjalankan task tersebut. Contoh misalnya Anda bermaksud membuka aplikasi web browser maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Persiapan mental/berpikir – M – 1,20 detik
  2. Pindahkan tangan ke mouse – H – 0,40 detik
  3. Arahkan kursor ke ikon aplikasi di desktop - P – 1,10 detik
  4. Klik kanan dan lepaskan mouse pada ikon aplikasi – BB – 0,20 detik
  5. Arahkan kursor ke menu Open – P – 1,10 detik
  6. Klik kiri dan lepaskan mouse – BB – 0,20 detik

Waktu = M + H + P + BB + P + BB = 1,20 + 0,40 + 1,10 + 0,20 + 1,10 + 0,20 = 4,2 detik.

Demo penjelasan KLM lebih lanjut bisa dilihat di video berikut.

Kalkulator KLM [1] [2]

Menulis Sitasi dan Daftar Pustaka dengan Mendeley

Setelah memahami standar sitasi sistem Harvard. Maka tentu sitasi dan referensi kita dalam laporan skripsi akan semakin bertambah, seiring dengan banyaknya rujukan/sumber referensi yang kita miliki. Tentu saja setiap sitasi yang telah ditulis harus dibuatkan dan terdapat di dalam daftar pustaka. Jika hal ini dilakukan dengan cara manual, maka tentu saja akan sedikit merepotkan kita karena harus memeriksa satu per satu sitasi di setiap halaman dan menuliskan daftar pustakanya di bagian akhir laporan. Tidak jarang ada saja daftar pustaka yang terlewat dituliskan. Hal ini tentu saja tidak kita inginkan bukan?

22-12-2014 19-50-02

Untuk itulah kita perlu alat bantu agar memudahkan pekerjaan kita menulis sitasi dan daftar pustaka. Ada alat bantu yang bisa kita pergunakan yaitu Mendeley. Untuk itu ikutlah langkah-langkah mulai dari download aplikasinya hingga menggunakan Mendeley di Microsoft Word.

Instalasi dan Setup

  1. Download terlebih dahulu aplikasi Mendeley di www.mendeley.com.
  2. Lakukan instalasi Mendeley di komputer Anda.
  3. Buatlah akun baru di Mendeley Anda. Bisa lewat web atau aplikasinya di komputer.
  4. Instal plugin Mendeley ke Microsoft Word dengan cara klik Tools di aplikasi Mendeley, kemudian pilih menu Install MS Word Plugin

Mengelola Dokumen Referensi

Biasanya referensi/daftar pustaka yang Anda gunakan bisa berbentuk dokumen PDF, buku cetak, halaman web, dsb. Untuk itu perlu diorganisasi agar tersimpan dan tertata rapi di Mendeley. Untuk itu lakukan langkah-langkah berikut:

1. Buka aplikasi Mendeley

2. Klik menu File dan pilih Add Files…

22-12-2014 19-58-03

3. Selanjutnya pilih dokumen yang mau dikelola di Mendeley.

4. Kemudian silakan isi detil dari informasi dokumen tersebut. Lihat gambar berikut di bagian kanan. Pastikan Anda memilih Type dokumen yang tepat.

22-12-2014 19-58-57

Menulis Sitasi

Setelah dokumen dikelola, maka Anda bisa menggunakannya/memanggilnya di Microsoft Word untuk menulis sitasi dan daftar pustaka. Caranya adalah:

1. Buka laporan skripsi Anda di Microsoft Word.

2. Letakkan kursor di posisi yang akan diletakkan sitasinya, bisa di awal tengah atau akhir kalimat.

3. Klik menu REFERENCES, pilih ikon Insert Citation yang berlogo Mendeley (lihat gambar di bawah). Jangan lupa pilih Style yang dianut yaitu Harvard. Kemudian akan keluar Kotak isian Mendeley.

22-12-2014 20-36-06

4. Selanjutnya Anda ketikkan kata kunci dari referensi yang akan ditambahkan sitasinya pada posisi kursor yang telah ditentukan.

22-12-2014 19-54-46

5. Klik OK dan hasilnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

22-12-2014 19-55-52

Daftar Pustaka

Dengan memasukkan sitasi dengan Mendeley maka Anda tidak perlu lagi untuk menulis daftar pustaka. Karena daftar pustaka sudah dibuat otomatis oleh Mendeley. Sehingga hampir 100% bakal tidak ada sitasi/daftar pustaka yang luput untuk didaftarkan/dituliskan.

22-12-2014 19-56-50

Jadi, sekarang membuat sitasi dan daftar pustaka sudah tidak pusing lagi bukan…? Selamat menggunakan.

Menulis Sitasi

Sitasi adalah cara kita memberitahu pembaca bahwa bagian-bagian tertentu dari tulisan kita berasal dari sumber yang ditulis penulis lain. Tujuan dilakukannya sitasi untuk menjunjung kejujuran akademik/intelektual dan menghindari plagiarisme.
Program Studi Informatika UAD menggunakan standar Harvard sebagai gaya sitasi yang dianut. Sehingga seluruh mahasiswa wajib untuk mengikuti standar ini.

Berikut petunjuk melakukan sitasi:

PENULIS TUNGGAL
Contoh:
Nama Penulis: Richardus Eko Indrajit
Tahun: 2013

Jika di awal kalimat
Format: Nama Akhir (Tahun)
Ditulis: “Indrajit (2013) mengungkapkan bahwa eCommerce….”
Jika di tengah kalimat
Ditulis: “…hal ini juga diperkuat oleh Indrajit (2013) yang mengungkapkan bahwa eCommerce….”
Jika di akhir kalimat
Format: (Nama Akhir, Tahun)
Ditulis: “…tata kelola eCommerce mutlak diperlukan (Indrajit, 2013).”

PENULIS 2 ORANG
Contoh:
Nama Penulis: Richardus Eko Indrajit dan Paulus Insap Santosa
Tahun: 2013

Jika di awal kalimat
Format: Nama Akhir Penulis 1 & Nama Akhir Penulis 2 (Tahun)
Ditulis: “Indrajit dan Santosa (2013) mengungkapkan bahwa eCommerce….”
Jika di tengah kalimat
Ditulis: “…hal ini juga diperkuat oleh Indrajit dan Santosa (2013) yang mengungkapkan bahwa eCommerce….”
Jika di akhir kalimat
Format: (Nama Akhir, Tahun)
Ditulis: “…tata kelola eCommerce mutlak diperlukan (Indrajit dan Santosa, 2013).”

PENULIS LEBIH DARI 2 ORANG
Contoh:
Nama Penulis: Richardus Eko Indrajit, Budi Rahardjo, Lukito Edi Nugroho dan Paulus Insap Santosa
Tahun: 2013

Jika di awal kalimat
Format: Nama Akhir Penulis 1 et al. (Tahun) atau Nama Akhir Penulis 1 dkk. (Tahun)
Ditulis:
Indrajit et al. (2013) mengungkapkan bahwa eCommerce….” atau
Indrajit dkk. (2013) mengungkapkan bahwa eCommerce….”
Jika di tengah kalimat
Ditulis:
“…hal ini juga diperkuat oleh Indrajit et al. (2013) yang mengungkapkan bahwa eCommerce….” atau
“…hal ini juga diperkuat oleh Indrajit dkk. (2013) yang mengungkapkan bahwa eCommerce….”
Jika di akhir kalimat
Format: (Nama Akhir Penulis 1 et al., Tahun) atau (Nama Akhir Penulis 1 dkk., Tahun)
Ditulis:
“…tata kelola eCommerce mutlak diperlukan (Indrajit et al., 2013).” atau
“…tata kelola eCommerce mutlak diperlukan (Indrajit dkk., 2013).”

Catatan: Jika memilih et al atau dkk maka Anda harus konsisten menggunakannya.

Pelatihan Entrepreneurship Mahasiswa PTS DIY

tiff infomationKali ini saya mendapatkan pengalaman baru yaitu mengisi pelatihan kewirausahaan untuk mahasiswa. Biasanya peserta hanya berasal dari UAD, tapi hari ini pesertanya berasal dari puluhan PTS DIY. Adapun Penyelenggaranya adalah Kopertis V DIY dengan tuan rumah dari UAD.

Ada beberapa peluang yang saya tangkap dari hasil tanya jawab dengan peserta:

  • Antusiasme mahasiswa untuk berwirausaha cukup tinggi
  • Mereka membutuhkan pelatihan komprehensif terkait dari mulai setup website/eCommerce, syarat beli domain, pemilihan jasa hosting, pengiriman barang dan tracking paket.
  • Mereka juga menanyakan cara meningkatkan trafik website jualan

Talkshow “The Winning Student”

BEMFarmasiTWS

Seperti tahun yang sudah-sudah, biasanya di awal tahun ajaran baru saya biasanya mendapatkan undangan untuk menjadi narasumber acara talkshow ke mahasiswa baru.
Di tahun 2014 ini tepatnya 28 September kemarin saya dapat undangan pertama datang dari BEM Fakultas Farmasi UAD. Topik yang mereka berikan adalah tentang “The Winning Student: Tingkatkan  Semangat belajar dan Berorganisasi Demi mewujudkan Generasi yang Berprestasi”.

Secara keseluruhan acara ini cukup berhasil diselenggarakan. Akan tetapi dari sisi jumlah peserta yang hadir termasuk belum terlalu menggembirakan. Kemungkinan besar dikarenakan acaranya diselenggarakan pada hari libur. Satu lagi yang unik, sebagian besar peserta yang hadir adalah para mahasiswi :)