Mendokumentasikan Aturan Bisnis

Setelah membaca dan memahami tentang Aturan Bisnis dalam Kebutuhan Fungsional Perangkat Lunak, maka selanjutnya kita perlu membuat dokumentasi aturan bisnis. Dokumentasi yang baik dan tersusun rapi adalah salah satu tujuan dari pengembangan perangkat lunak. Ketika bisnis masih kecil aturan bisnis cukup dicatat dan dikatalogisasi secara sederhana.

Akan tetapi seiring dengan perkembangan bisnis yang membuat aturan-aturan bisnis baru, maka perlu dipertimbangkan untuk menggunkan tools untuk mendata semua aturan bisnis yang ada. Sehingga ketika ditemukan aturan bisnis baru, maka tinggal ditambahkan ke dalam dokumen katalog aturan bisnis.

Tulislah aturan bisnis di dalam katalog tersendiri. Jangan mempertaruhkan bisnis Anda hanya dengan mengandalkan kode program sebagai dokumen aturan bisnis.

Buatlah katalog aturan bisnis sesederhana mungkin sehingga bisa memudahkan tim pengembang sistem dalam membaca dan menggunakannya. Katalog yang dibuat bisa berbentuk terstruktur dalam tabel. Setiap aturan bisnis diberi kode unik dan kode tersebut sehingga bisa dijadikan acuan untuk melacak kebutuhan fungsional

Seperti contoh di tabel terdiri dari lima kolom. Kolom pertama merupakan ID atau kode unik aturan bisnis. Kolom kedua berisi definisi atau pernyataan aturan bisnis yang atomik. Kolom ketiga merupakan klasifikasi atau tipe aturan bisnis. Kolom keempat apakah aturan bisnis ini sifatnya statis atau dinamis dan kolom kelima adalah source atau sumber aturan bisnis diperoleh apakah dari aturan perusahaan, standar, regulasi, buku dan lain sebagainya. Perhatikan contoh di bawah ini.

02-06-2015 14-50-16

Leave a Reply